Cuaca Buruk, Nelayan di Aceh Selatan Sudah Hampir Dua Pekan Tidak Melaut
Prokopim, Tapaktuan – Cuaca buruk yang melanda wilayah pesisir Aceh Selatan membuat para nelayan kecil terpaksa menghentikan aktivitas melaut hampir dua pekan terakhir.
“Sudah hampir dua pekan nelayan tidak melaut akibat hujan dan angin, dua pekan ini sangat parah,” kata Panglima Laot Aceh Selatan, M Jabal kepada Serambinews.com, Minggu (20/7/2025).
Namun demikian, kata Jabal, sebagian nelayan di Aceh Selatan juga terpaksa harus melaut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
“Ada yang melaut, tapi dengan kehati-hatian, tidak maksimal, jika ada hari bagus, sedikit nelayan jalan,” katanya.
Jabal mengungkapkan bahwa akibat cuaca buruk juga membuat harga ikan mahal.
“Mahal sekali, seperti ikan kembung Rp 50.000 – Rp 60.000 per kilogram, kemudian ikan tongkol di atas Rp 30.000 per kilogram,” ungkapnya.
Baca juga: Kopdes Merah Putih Sudah Terbentuk 100 Persen di Aceh Singkil, Jenis Usaha Sesuai Potensi Desa
Selain itu, terkait cuaca, Panglima Laot Aceh Selatan ini juga sudah mengimbau kepada para panglima laut lainnya.
“Kalau imbauan cuaca dari BMKG juga sudah kita teruskan melalui WhatsApp kepada panglima – panglima,” pungkasnya. (*)