Pastikan Penanganan Lancar, Wakil Bupati Asel Baital Mukadis Turun ke Lokasi Karhutla
PROKOPIM, TAPAKTUAN – Wakil Bupati (Wabup) Aceh Selatan Baital Mukadis, turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kecamatan Bakongan pada Minggu (24/8/2025).
Peninjauan ini untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan cepat, terpadu, dan tidak mengancam permukiman warga. Musibah ini sudah berlangsung sejak Selasa (19/8/2025) dan terus meluas. Adapun lokasi kebakaran berdekatan dengan kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).
Amatan Serambi di lapangan, tim gabungan BPBD, TNI, Polri, Polisi Hutan, petugas TNGL dan masyarakat setempat terus berjibaku memadamkan api agar tidak meluas.
Disela-sela peninjauan, Wabup Baital Mukadis menginstruksikan agar koordinasi terus ditingkatkan, mulai dari daerah hingga ke provinsi. “Kami berupaya maksimal, bersinergi dengan semua unsur terkait termasuk TNI, Polri, dan masyarakat untuk mengendalikan api sesegera mungkin,” tegasnya kepada Serambi, kemarin.
Sementara Kalaksa BPBD Aceh Selatan, Zainal menyampaikan bahwa hingga kemarin luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 63 hektare. “Fokus utama kami adalah pemadaman pada titik-titik yang mengarah ke pemukiman warga agar tidak terjadi kerugian lebih besar,” ujar Zainal.
Bantu penanganan karhutla
Untuk membantu penanganan karhutla di Bakongan, Kodim 0107/Aceh Selatan mengerahkan sejumlah personel ke lokasi. Langkah ini sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab TNI dalam membantu pemerintah daerah yang sedang menghadapi bencana kebakaran.
Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Faiq Fahmi Melalui PS Pasiops Lettu Inf Tri Suharto menyampaikan pihaknya menurunkan Babinsa dan personel siaga untuk membantu pemadaman. “Fokus utama kami adalah mencegah api meluas ke pemukiman,” ujarnya.
Kondisi cuaca panas dan tiupan angin kencang menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Namun, dengan peralatan yang ada dan kerja sama lintas sektor, api terus dalam upaya pengendalian.
Disisi lain juga, pihak Kodim 0107/Aceh Selatan juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. “Karena hal itu dapat memicu kebakaran yang lebih besar dan merugikan banyak pihak seperti yang saat ini terjadi,” pungkasnya.
48 Titik Panas Terpantau di Aceh
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh kembali mendeteksi keberadaan titik panas (hotspot) di Provinsi Aceh.
“Berdasarkan pantauan sensor satelit MODIS (Terra, Aqua, dan Suomi NPP) serta NOAA20/VIIRS dari 23 Agustus 2025 pukul 00.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB, terdata sebanyak 48 titik panas di Provinsi Aceh,” tulis Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh dalam laporannya, Minggu (24/8/2025).
Kabupaten Aceh Selatan menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 39 titik, yang mayoritas terpantau di Kecamatan Bakongan dan Kluet Selatan. Di Kecamatan Bakongan terpantau 30 titik panas, Kecamatan Kluet Selatan delapan titik dan di Kecamatan Trumon satu titik panas.
Selain Aceh Selatan, titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Singkil (dua titik), Aceh Tengah (tiga titik), Aceh Tenggara (dua titik), serta Nagan Raya (dua titik). Adapun tingkat kepercayaan titik panas yang terekam umumnya berada pada level sedang hingga tinggi dengan nilai 7 hingga 8.(*)