Hadir di Tengah Duka, Kapolres Aceh Selatan Bawa Bantuan, Hibur Anak-anak Korban Kebakaran Kotafajar
PROKOPIM, TAPAKTUAN – Di tengah puing dan sisa abu kebakaran yang masih menyisakan trauma, kehadiran aparat kepolisian menjadi penyejuk bagi warga Gampong Kotafajar, Kecamatan Kluet Utara.
Senin (30/3/2026) siang, Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah turun langsung menyambangi para korban, membawa bukan hanya bantuan, tetapi juga empati.
Kahadiran Kapolres didampingi langsung oleh Wakapolres Kompol Edwin Aldro, sejumlah pejabat utama Polres, Kapolsek Kluet Utara Iptu Darwin, hingga unsur Muspika dan tokoh masyarakat setempat.
Kehadiran mereka disambut haru oleh warga yang masih berjuang bangkit dari musibah.
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan dasar masa panik, kompor gas lengkap dengan tabung, pakaian untuk pria, wanita, dan anak-anak, tikar, hingga perlengkapan alat tulis.
Namun yang paling membekas bukan hanya barang yang dibawa, melainkan perhatian yang diberikan. Kapolres tak hanya menyerahkan bantuan. Ia juga memastikan pemulihan psikologis anak-anak korban menjadi prioritas.
Personel Polwan diterjunkan untuk memberikan trauma healing, mengajak anak-anak bermain dan tertawa di tengah situasi sulit.
Bahkan, dalam momen yang jarang terlihat, Kapolres membawa sejumlah anak korban keluar dari lokasi bencana, mengajak mereka berbelanja ke Indomaret dan toko pakaian untuk memilih sendiri kebutuhan mereka, mulai dari jajanan hingga perlengkapan sekolah.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak ini tidak hanya terpenuhi kebutuhan fisiknya, tetapi juga pulih semangatnya. Mereka harus tetap bisa tersenyum dan melanjutkan sekolah seperti biasa,” ujar AKBP T. Ricki Fadlianshah.
Ia menegaskan, kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya menjalankan tugas formal, melainkan bentuk tanggung jawab kemanusiaan.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami. Warga yang tertimpa musibah harus menjadi prioritas, agar mereka mendapatkan bantuan yang layak dan cukup untuk bangkit kembali,” tambahnya.
Kapolres melanjutkan di balik itu, tersisa kesan mendalam bagi warga. Mereka mengaku merasa diperhatikan dan tidak sendiri menghadapi musibah.
” Kehadiran aparat, bagi sebagian warga, bukan hanya simbol negara, tetapi juga harapan dengan kepedulian, ” tutupnya.