Malam Penutupan Festival Debus Aceh Selatan 2025 Meriah, Bupati: Warisan Budaya Ini Harus Terus Dijaga
PROKOPIM, TAPAKTUAN – Malam penutupan Festival Debus Aceh Selatan 2025 yang digelar Selasa (16/9/2025) di Alun-Alun Tapaktuan berlangsung meriah dan penuh energi. Ribuan masyarakat dari berbagai kecamatan di Aceh Selatan maupun daerah tetangga tumpah ruah menyaksikan atraksi budaya khas yang sarat filosofi keberanian, spiritualitas, dan ketahanan fisik tersebut.
Sorakan penonton semakin menggema ketika seorang gadis muda dari Grup Debus Mutiara Sakti asal Gampong Indra Damai, Kluet Selatan, tampil memukau di hadapan Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS, beserta jajaran pejabat daerah dan tamu undangan. Dengan penuh keberanian, ia mempertontonkan atraksi debus khas Aceh Selatan yang menegangkan sekaligus memikat hati ribuan pasang mata.
Aksi spektakuler pedebus muda itu membuat suasana semakin semarak. Penonton berkali-kali bersorak kagum saat para pedebus menunjukkan atraksi ekstrem, mulai dari kebal benda tajam hingga ketahanan fisik yang luar biasa. Atmosfer kian panas ketika para pedebus dari Cahaya Baru, Raja Peudeuna, dan Mutiara Sakti tampil dengan penuh semangat. Riuh tepuk tangan dan sorakan penonton pun semakin membahana, terlebih ketika mereka mendapatkan saweran dari Bupati, tamu kehormatan, hingga masyarakat sebagai bentuk apresiasi.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS mengapresiasi seluruh sanggar yang telah berpartisipasi.
” Kita patut bangga, karena seni debus bukan hanya hiburan, tetapi juga warisan budaya yang perlu terus dijaga. Semangat para pedebus muda malam ini menunjukkan bahwa regenerasi seni budaya kita berjalan dengan baik,” ujarnya.
Bupati menegaskan, kesenian tradisional seperti rapai daboh dan debus merupakan identitas Aceh Selatan yang harus dilestarikan. Ia mengingatkan bahwa saat ini tercatat sekitar 45 sanggar debus di Aceh Selatan, namun 80 persen di antaranya tidak aktif akibat kurangnya perhatian dan pembinaan.
” Festival ini adalah salah satu solusi untuk membangkitkan kembali kecintaan masyarakat pada kesenian warisan leluhur, sekaligus bukti hadirnya pemerintah dalam menjaga dan memajukan budaya Aceh Selatan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Mirwan menyebut Festival Debus Aceh Selatan akan diproyeksikan sebagai agenda tahunan bergengsi sekaligus momentum penting untuk melestarikan warisan budaya.
” Jangan sampai pengaruh teknologi dan budaya asing memudarkan identitas kita. Mari bersama-sama menjaga warisan budaya ini agar tetap dinikmati oleh anak cucu kita kelak,” pungkas Bupati sebelum menutup sambutannya dengan sebuah pantun berbahasa daerah.
Daftar Juara Festival Debus Aceh Selatan 2025
Penutupan festival juga ditandai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Berikut hasil lengkapnya:
Juara I : Grup Debus Peluet Aulia dari Samadua
Juara II : Grup Debus Mutiara Sakti dari Indra Damai, Kluet Selatan
Juara III : Grup Debus Keumala Sakti dari Indra Damai, Kluet Selatan
Juara IV : Grup Debus Peudeng Pusaka dari Abdya
Juara V : Grup Debus Meukuta Alam dari Kota Bahagia
Juara VI : Grup Debus Cahaya Baru dari Kluet Utara
Selain itu, diberikan pula penghargaan khusus, Pedebus Cilik 2025: Teuku Rimba Al Haska (Grup Peluet Aulia), Pedebus Wanita Terpopuler 2025: Cut Aisya (Grup Peluet Aulia), Pedebus Terbaik 2025: Chaidir Anwar (Grup Peudeuna)
Festival yang berlangsung sejak 9 hingga 16 September 2025 ini menghadirkan puluhan sanggar seni debus dari berbagai kecamatan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan rakyat, tetapi juga ruang penting untuk mengangkat kembali nilai-nilai budaya lokal Aceh Selatan.
Acara penutupan turut dihadiri unsur Forkopimda, para kepala SKPK, serta tamu undangan lainnya, menegaskan bahwa seni tradisional debus tetap menjadi kebanggaan dan identitas Aceh Selatan yang harus diwariskan lintas generasi.