Bangun Keberlanjutan Progam, UBI Gelar Lokakarya Para Mitra di Aceh Selatan
PROKOPIM, TAPAKTUAN – Program Udara Bersih Indonesia (UBI) yang di inisiasi oleh Farmer’s Initiatives For Ecological Liverhood and Democracy (FIELD) telah diselenggarakan sejak tahun 2021 hingga 2024 pada 30 kabupaten di 8 provinsi, Aceh Selatan termasuk salah satunya di Provinsi Aceh.
Selama 4 tahun berjalan, Program UBI juga telah mendapatkan perhatian dan dukungan nyata dari pemerintah daerah, pemerintah desa, Lembaga Swadaya Masyarakat, maupun sektor swasta dalam bentuk alokasi anggaran program untuk pelatihan dan pemberdayaan petani.
” Sehingga dalam kurun waktu tersebut, tidak kurang 34.000 petani sudah terlatih dan menerapkan teknik pertanian udara bersih untuk berbagai komoditas di lahannya sendiri, ” ucap koordinator Field Indonesia perwakilan Aceh, Marzuki pada kegiatan Lokakarya Para Mitra untuk membangun keberlanjutan program UBI di Aula Dinas Pariwisata Aceh Selatan, Tapaktuan, (13/2/2025).
Marzuki melanjutkan, tujuan lokakarya ini adalah untuk bertukar pengalaman, inovasi, dan hasil pengembangan Program Udara Bersih Indonesia oleh petani maupun para mitra selama ini. Adapun keluarannya adalah gagasan untuk masa yang akan datang bagaimana Program Udara Bersih Indonesia dapat berintegrasi dan bersinergi dengan program-program lain, baik dari dari pemerintah, swasta, maupun Lembaga Swadaya Masyarakat terkait pengurangan dampak perubahan iklim, ketahanan pangan, kedaulatan pangan, kesejahteraan petani, maupun kesehatan masyarakat pada umumnya.
” Kami berharap melalui kegiatan ini kita dapat menyumbangkan ide dan gagasan dari para mitra dan pemerintah agar ke depan program UBI dapat diterapkan sepenuhnya di Aceh Selatan, ” harap Marzuki.
Marzuki memamaparkan, yayasan FIELD didirikan pada bulan Juli 2001 di Jakarta Selatan, Indonesia. Yayasan FIELD secara umum bergerak di bidang Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ekonomi, Pendidikan, Kebencanaan, Kesehatan, Air Bersih dan Sanitasi, dan Sosial melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, penyaluran bantuan, sekolah lapangan, advokasi, dan lainnya yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat.
Dalam rangka mendukung dan ikut berpatisipasi aktif dalam program Pemerintah, tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan serta adanya permasalahan asap, kabut, dan polusi udara dari pembakaran hutan dan lahan, maka Yayasan FIELD mengembangkan Program Udara Bersih Indonesia.
” Program ini juga salah satu solusi untuk petani agar terhindar dari cara-cara yang bertentangan dengan hukum saat membuka lahan, seperti membakar yang dapat berakibat pada dampak hukum,” ucapnya.
Program Udara Bersih Indonesia dikembangkan sebagai upaya untuk mitigasi perubahan iklim dengan mengurangi pembakaran lahan pertanian dan menciptakan udara bersih di Indonesia khususnya di Sumatera dan Kalimantan, serta meningkatkan ekonomi petani melalui penerapan praktek pertanian yang dapat mewujudkan Udara Bersih dengan teknologi Mulsa Tanpa Olah Tanah, Bedengan Kayu, dan membuat kompos melalui Ayam Seresah Dalam, dan membuat pupuk daun dengan cangkang telor.
“Dari program ini juga telah membuktikan adanya peningkatan hasil panen bagi petani, yaitu mencapai 15 hingga 20 persen dari hasil bertani secara konvensional,” ulasnya.
Saat ini Yayasan FIELD Indonesia melalui program Udara Bersih Indonesia telah melatih 863 petani sebagai kader Udara Bersih Indonesia, telah melakukan 615 ujicoba teknis Mulsa Tanpa Olah Tanah, Hugelkultur, Membuat kompos dengan Ayam serasah Dalam, dan pembuatan Pupuk Daun dengan Cangkang Telor; serta melaksanakan 264 Sekolah Lapangan Pertanian Udara Bersih di 8 provinsi.
Sementara itu, koordinator UBI Aceh Selatan, Syukri Amin mengatakan dalam penerapannya program UBI mendapatkan sambutan yang positif dari masyarakat karena dinilai lebih ekonomis dalam pembiayaannya, adanya peningkatan hasil pertanian serta kualitas hasil panen yang lebih baik.
” Ada sekitar 574 petani penerap yang melaksankan program UBI di Aceh Selatan dan ini semakin berkembang, tentunya kami butuh kerja sama dengan mitra dan stakeholder terkait penerapan program ini, ” ucap Syukri.
UBI Aceh Selatan juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Aceh Selatan yang telah memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan progam UBI di Aceh Selatan baik melalui sosialisasi, promosi dan dukungan lainnya.
” Selama ini pak Pj Bupati dan Pemerintah Aceh Selatan sangat mendukung terlaksananya progam UBI di Aceh Selatan, ” imbuhnya.
Pj. Bupati Aceh Selatan, Cut Syazalisma diwakili Asisten II Setdakab Aceh Selatan, Willy Cahyadi, S. Sos, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepada Field Indonesia dan program UBI yang telah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan sejak 4 tahun lalu dalam rangka menerapkan tehnik pertanian yang ramah lingkungan sehingga membantu upaya pemerintah dalam mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan.
” Pelaksanaan lokakarya ini diharapkan menjadi wadah bagi para petani dan seluruh mitra progam UBI untuk berbagi pengalaman inovasi serta hasil penerapan progam petani, dengan demikian upaya kita untuk mewujudkan pengurangan dampak perubahan iklim serta kedaulatan dan ketahanan pangan dapat terwujud, ” harapnya.
Lokakarya para mitra untuk membangun keberlanjutan progam Udara Bersih Indonesia (UBI) di Kabupaten Aceh Selatan ini selain dihadiri petani dan kader UBI juga dihadiri oleh sejumlah SKPK terkait, Direktur BUMD Fajar Harapan, Zirhan dan Ketua KPH VI, Irwandi.
Lokakarya ini berlangsung hangat, sejumlah ide dan gagasan dari peserta didiskusikan secara mendalam agar keberlanjutan progam UBI di Aceh Selatan terus berkembang dan menghasilkan manfaat kepada masyarakat.