Berkolaborasi, DLH Aceh Selatan, Forkopimcam Kluet Utara, FPKR dan DLHK Aceh Gelar Jumat Bersih Di Kluet Utara
PROKOPIM, TAPAKTUAN – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam urusan penanganan sampah, memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengurangan sampah melalinui gaya hidup sadar sampah, serta memperkuat komitmen dan peran aktif pemerintah daerah dalam kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi untuk membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam urusan sampah, kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah melakukan kegiatan Jumat Bersih di ibukota Kecamatan Kluet Utara, Kota Fajar pada Jumat (10/1/2025).
Aksi Jumat Bersih tersebut melibatkan langsung Forum Peduli Kluet Raya (FPKR), Forkopimcam Kluet Utara dan didukung penuh oleh DLH Aceh Selatan serta personel DLHK Aceh dengan membersihkan beberapa titik yang rawan penumpukan sampah serta melibatkan satu unit alat berat serta truk pengangkut sampah milik DLH Aceh Selatan.
Kadis DLH Aceh Selatan, Ir. T. Masrizar, S.hut., M. Si mengatakan kegiatan Jumat Bersih bersama tersebut dilaksanakan menyahuti surat edaran Menteri Lingkungan Hidup nomor 2 tahun 2024 tentang Gerakan Gaya Hidup Sadar Sampah dan surat edaran Bupati Aceh Selatan nomor 6602/04/2024 tentang Pelaksanaan Jum’at Bersih dan Penertiban Hewan Ternak.
Masrizar mengatakan, kegiatan Jumat Bersih di Kluet Utara terlaksana berkat kolaborasi yang baik antara FPKR, Forkopimcam, DLH Aceh Selatan dan DLHK Aceh, sehingga sampah yang selama ini menjadi persoalan telah ditangani dengan baik.
Namun ia berharap agar masyarakat juga menerapkan prinsip dan gaya hidup sadar sampah, agar sampah tidak hanya dihasilkan dan di buang sembarangan, namun juga menerapkan kepedulian terhadap kelestarian dan perlindungan kesehatan bersama.
” Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam jumat bersih ini, kami berharap agar masyarakat terus meningkatkan kesadaran dan partisipasinya dalam menangani sampah di lingkungan masing-masing,” ucap Masrizar.
Senada dengan itu, Camat Kluet Utara, Mukhlis Anwar menyebutkan persoalan sampah di Kecamatan Kluet Utara khususnya Kotafajar telah lama menjadi perhatian Forkopimcam dan FPKR melalui aksi-aksi Jumat Bersih, ia berharap aksi ini dapat menimbulkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan menjaga kelestarian ibu kota kecamatan.
Selain itu dukungan pemerintah melalui DLH Aceh Selatan dan DLHK Aceh juga sangat diharapkan agar implementasi dari surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Surat Edaran Bupati Aceh Selatan dapat diimplementasikan guna mewujudkan perlindungan kesehatan dan pengelolaan sampah di Kluet Utara.
” Kami berharap agar dukungan dari instansi terkait dan masyarakat terus meningkat untuk mewujudkan Kluet Utara yang indah dan bebas sampah, ” harapnya.
Sementara itu, Ketua Umum FPKR, Tabrani Atim mengajak agar seluruh elemen masyarakat di Aceh Selatan khususnya Kluet Raya agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sebab menurutnya sampah merupakan sumber penyakit yang menyebabkan adanya gangguan kesehatan bahkan dapat memperparah penularan penyakit menular di tengah-tengah masyarakat.
Sehingga untuk mengantisipasi hal ini, selain peran langsung dari masyarakat dukungan pemerintah merupakan hal yang sangat mendasar, dengan memberikan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara menanggulangi dan mengelola sampah dengan baik.
” Sampah juga salah satu penyebab dan pendukung peningkatan stunting, ini perlu kita perhatikan bersama, kami harap kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi perhatian utama pemerintah, ” harapnya.